Tuesday, September 7, 2010

Kita Bisa Menjadi Spiderman, atau Tokek

Para insinyur sedang mengembangkan sarung tangan dan sepatu 'Spiderman' untuk manusia.

Kemampuan merangkak di sisi gedung bakal tak hanya dimiliki tokoh superhero, Spiderman.

Ilmuwan kini sedang mengembangkan sarung tangan dan sepatu yang bisa menempel di dinding -- menggunakan material yang  memungkinkan pemakainya menempel dan memanjat dinding polos.

Para ilmuwan telah mengembangkan tekstil baru yang terispirasi dari tokek. Bahan ini berhasil diuji coba oleh robot kecil mirip tokek yang dinamakan 'Stickybot'. Dengan menggunakan bahan itu, robot bisa memanjat permukaan licin seperti kaca dan logam.

Para insinyur saat ini sedang mengembangkan desain untuk manusia -- dalam proyek yang diberi nama 'Z-Man'.

Mengapa tokek yang dijadikan inspirasi? Kuncinya ada pada hewan reptil ini. Tokek memiliki kemampuan melawan gravitasi melalui rambut mikroskopik di jari kakinya. Ketika melewati permukaan rata akan menciptakan adhesi -- adalah gaya tarik-menarik antar molekul yang terjadi antara benda-benda yang bersentuhan -- searah.

Ikatan dengan permukaan diciptakan dalam setiap langkahnya. Ikatan itu bisa rusak oleh gerakan ke arah yang lain.

Para teknisi telah berjuang selama 10 tahun untuk menciptakan versi artifisial sekuat mungkin yang dapat digunakan untuk  memanjat dinding vertikal.

Saat ini, para peneliti dari Stanford University, California telah menciptakan material seperti karet yang diselimuti ribuan fiber polymer kecil -- imitasi dari rambut tokek. Rambut yang disebut dengan setae, 10 kali lebih ringan dari rambut manusia.
Ilmuwan mengklaim, material tersebut kuat dan bisa dipakai berulang -- tanpa meninggalkan residu atau kerusakan pada permukaan yang dilewati.

Meski berhasil pada robot, para ilmuwan saat ini sedang membuat versi material ini yang memungkinkan manusia memanjat dengan kemampuan tokek.

Profesor Mark Cutkosky, pemimpin desainer mengatakan, meniru tokek lebih solutif untuk mewujudkan mimpi 'Spiderman' ketimbang menggunakan cangkir isap yang jelas tak efisien.

"Ini berbeda dari selotip --  jika Anda menekannya, Anda harus melepasnya," kata Cutkosky yang adalag ahli bio-robot, seperti dimuat laman Daily Telegraph.

Juga tak seperti kerja permen karet. Menempel ketika ditekan tapi susah dilepaskan.

Ilmuwan mendeskripsikan alat ini seperti jangkar, yang bisa dilepaskan dengan mudah.

Stanford University mengatakan upaya untuk membuat bahan yang cukup kuat untuk manusia sedang dalam pengerjaan.

Pengembangan robot 'Stickybot' yang punya jari adhesif dan ekor gesit untuk memanjat dinding didanai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.


source: http://dunia.vivanews.com/news/read/173705-kita-bisa-menjadi-spiderman--atau--tokek