Friday, September 10, 2010

Mengapa Bohong Itu Menyenangkan

Kita semua melakukannya, sering kali tanpa berpikir tentang hal ini, dan kadang-kadang beberapa kali dalam sehari. Padahal, kebohongan yang putih sekalipun, merupakan sesuatu hal yang buruk dalam kehidupan kita.

Menurut Psikoterapis Brad Blanton, banyak pelopor berbicara tentang “gerakan radikal kejujuran”, seseorang yang berbicara jujur merupakan fondasi penting bagi kesehatan psikologis. Dan menjadi orang yang benar-benar jujur, dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Demikian yang dinukil dari Daily Mail.

Dengan berbohong, seseorang percaya, meninggalkan “noda emosional” pada hubungan personal. Alih-alih menyembunyikan kebenaran, kita harus berkonsentrasi kepada bagaimana cara menyatakan “setiap pikiran dan emosi yang mendasari”, bahkan kemarahan, kebencian, dan kebohongan yang palsu.

Tapi bagaimana hal itu disebut layak untuk menjalani kehidupan yang tak kenal kompromi kebenaran? Aku mulai berpikir tentang kebenaran dan kebohongan selama tinggal dengan teman-teman beberapa waktu lalu. Suatu malam, suami sahabatku sedang menonton politikus di siaran berita yang menyangkal ia telah berbohong tentang beberapa skandal atau lainnya.

Tiba-tiba dia berdiri, berteriak-teriak di televisi dan marah. "Liar, Liar (bohong, bohong)!", teriaknya, menyebabkan warna kulitnya berubah menjadi warna yang belum pernah kulihat sebelumnya.

Aku sangat terkesan dengan integritasnya. Namun, satu jam kemudian, terdengar panggilan telepon dari seorang teman yang tinggal di dekatnya. Orang ini bukan orang yang sangat kami sukai, tapi ia mengundang kami untuk makan malam.

Dengan suara halus seperti sutra, suami temanku berkata, "Oh, kami ingin sekali, tapi kita punya tiket untuk pergi ke teater."

Aku begitu kagum. Karena kami belum pernah melihatnya begitu. Dia berbohong. Satu menit sebelumnya, dia melompat naik dan turun saat marah dengan perlakuan orang lain yang sedang berbohong, tapi dia pun melakukannya sendiri.

Episode ini menyebabkan saya berpikir, dan akhirnya menulis sebuah novel, tentang cara kita berbohong dalam kehidupan sehari-hari. Pahlawanku, Nina, seorang ibu yang biasa dan menikah dengan seorang suami yang baik memiliki kehidupan yang menyenangkan, dan memutuskan untuk mengatakan kebenaran selama sepekan, dengan hasil yang beragam.

Sebelum aku mulai menulis, aku pikir aku harus menempatkan kejujuran yang radikal untuk menguji diri dan berusaha hidup sepekan tanpa kebohongan. Tentu saja, aku gagal pada hari pertama. Sebab, terlalu mudah untuk berbohong.

Aku bilang, aku melakukan sesuatu yang lain ketika diundang keluar, karena aku tidak ingin pergi, dan itu lebih mudah dilakukan untuk berpura-pura sibuk. Dan di sanalah aku, berubah dari seorang wanita jujur, lalu satu menit kemudian menjadi pembohong.

Hal yang akan lebih merusak persahabatan adalah, mengatakan suatu kebohongan dan menghindari konfrontasi atau memberitahu terus terang kepada sahabat kita bahwa aku tidak suka perusahaannya.

Menurut ilmuwan sosial Bella DePaulo, penulis "Behind The Door Of Deceit", kita mengalami suatu “denyut penderitaan” setiap kali berbohong, yang meninggalkan suatu “noda emosional” pada hubungan personal.

Menurut Prof DePaulo, kebanyakan orang berbohong minimal sekali dalam sehari. Dia menyebut mereka dengan “kebohongan kecil yang manis”. Lalu ada semakin besar kebohongan yang membuat diri kita tampak lebih menarik, lebih cantik, lebih muda. Ketika aku melakukan kencan di internet, aku menemukan banyak sekali kebohongan penampilan fisik.

Aku bertemu banyak orang yang tampaknya telah berpasangan daripada sosok lajang. Dan beberapa dari mereka memiliki rambut yang begitu tertata rapi saat difoto, namun secara ajaib berubah saat ngobrol dalam waktu semalam.

Aku berharap mereka memandangku dengan cara yang sama. Mereka diharapkan bertubuh “ramping”, tapi kenyataannya mereka punya ukuran 12 atau 14. Dan mengungkapkan yang sebaliknya.

Meski pria berbeda dari perempuan. Penelitian yang dilakukan oleh University of Virginia menunjukkan, bahwa pada malam hari, laki-laki cenderung mengatakan sekitar delapan kebohongan. Dan, semua tentang membuat diri mereka terlihat lebih baik.

Perempuan, dalam kelompok yang sama, cenderung memberitahu segala sesuatu dengan berbohong di sekitar, atau kepada orang-orang terdekat mereka.

Seberapa sering Anda menemukan orang melakukan pertemuan dengan orang lain dan mengagumi pakaian yang dikenakannya secara langsung? Jarang! Sedangkan seorang wanita sering bertemu wanita lain dan mengatakan sesuatu dengan berkata yang sebaliknya.

Guru Self-Help Dorothy Rowe menunjukkan, bahwa menghibur diri kita sendiri dengan kebohongan, berarti kita tidak pernah menghadapi realitas hidup, baik yang menyenangkan atau tidak.

Kebenaran, kadang-kadang membuat hidup terasa kejam dan menghancurkan dunia Anda. Tapi tanpa kebohongan, kita semua akan duduk dalam gelap dengan tirai tertutup dan berharap dunia akan pergi.

Namun sayang, masih banyak orang yang merasa kebohongan lebih menyenangkan daripada kejujuran. Jadi, ini pilihan Anda. Silakan memilih tetap menjadi pembohong atau berusaha menjadi sosok yang jujur.


source: http://lifestyle.okezone.com/read/2010/08/23/197/365826/mengapa-bohong-itu-menyenangkan